6 Cara Meminimalisir Resiko Usaha Petshop

Posted on

6 Cara Meminimalisir Resiko Usaha Petshop

 

Perdagangan hewan peliharaan kucing masih berkembang sangat sedikit. Tidak sebanding dengan pertumbuhan penggemar kucing ras dan kucing domestik yang mulai berkembang saat ini. Banyaknya penggemar kucing tentunya mempengaruhi kebutuhan kucing juga. Kucing membutuhkan perawatan seperti perawatan spa, grooming, vaksinasi, pemberian vitamin, makanan dan kebutuhan lainnya.

 

Kebutuhan akan makanan dan perawatan kucing terus meningkat. Tentu saja, karena pemilik kucing terkenal royal dalam memanjakan hewan peliharaannya. Jadi bukan rahasia lagi kalau keuntungan para pet trader bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah per bulannya.

 

Namun, sangat disayangkan masih sedikit operator yang bergerak di bisnis hewan peliharaan. Padahal, bisnis ini sangat menguntungkan jika digunakan. Meski jarang diketahui, ternyata transaksi ini tidak sepele. Tak sedikit yang sukses di bisnis hewan peliharaan ini.

 

Setidaknya pet dealer yang muncul kemungkinan besar karena banyak orang yang tidak mengetahui kemungkinan dan kemungkinan bisnis hewan peliharaan. Sehingga banyak orang yang tidak berani memulai bisnis karena masih ragu untuk memulai dan takut jika salah mengambil langkah.

 

Tips Memulainya Yang Dapat Diterapkan Guna Meminimalisir Risiko

Hal tersulit bagi pemula adalah memulai. Berbagai pertanyaan muncul di benak, dari mulai, menghadapi resiko dan masih banyak lagi. Berikut 10 tips memulai bisnis hewan peliharaan kucing yang berguna bagi para pemula bisnis.

 

Bisnis perdagangan hewan peliharaan saat ini mulai menunjukkan tren ke arah yang lebih positif. Oleh karena itu, segera putuskan untuk memulai bisnis ini dan memanfaatkan peluang yang ada. Berikut adalah beberapa tips ampuh untuk memulai bisnis hewan peliharaan kucing.

 

1 Perhatikan Pesaing di sekitar Anda

Hal pertama yang harus dilakukan pemula adalah mempertimbangkan apakah ada pesaing di area yang digunakan sebagai toko hewan peliharaan. Jika tidak, ini adalah kesempatan bagus. Kemudian mulailah melakukan survei kompetitif. Perhatikan produk mana yang dijual, produk mana yang paling laris, berapa harga produk, promosi seperti apa yang dilakukan, seperti apa pelayanannya dan masih banyak lagi.

 

Jika semua itu telah Anda ketahui dan pelajari, tiru dan ubahlah. Dalam hal produk best seller dapat dijadikan acuan stok produk yang paling banyak diminta, sehingga produk tidak menumpuk di gudang. Padahal mengetahui harga jual sangat membantu dalam menentukan harga sesuai pasar. Anda juga dapat menggunakan gimmick iklan yang dibuat oleh pesaing Anda. Namun dengan transformasi yang berbeda.

 

2 Mulailah mencari pemasok yang dapat diandalkan

Saat memilih toko hewan peliharaan, Anda perlu memperhatikan produk terkait hewan peliharaan yang dijual. Misalnya makanan kucing, vitamin atau suplemen kucing, obat-obatan, kandang, shampo, sabun kucing dan aksesorisnya.

 

Pastikan Anda menemukan pemasok terpercaya yang dapat menyediakan kebutuhan toko hewan peliharaan kucing Anda setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan toko Anda. Juga mencoba untuk mendapatkan pemasok dengan produk berkualitas tinggi.

 

3 Siapkan modal usaha

Modal usaha tidak sepenting beberapa hal di atas karena hal terpenting yang perlu dipenuhi untuk memulai usaha. Besar kecilnya modal nominal menentukan seberapa besar transaksi yang akan dilakukan. Jadi, pertama-tama hitung dan lakukan rincian detail kebutuhan produk dan peralatan toko hewan peliharaan Anda.

 

Juga menghitung sewa, listrik, air dan sebagainya. Pastikan tidak ada yang terlewat karena salah perhitungan anggaran, akibatnya bisa fatal. Perhitungan biaya operasional ini juga digunakan untuk menentukan harga jual produk.

 

4 Tentukan lokasi Anda

Memilih lokasi sama pentingnya ketika memulai bisnis hewan peliharaan kucing. Lokasinya pasti akan terlihat dan dapat diakses oleh banyak orang. Misalnya, di dekat jalan raya, pusat penduduk atau daerah padat penduduk. Pastikan Anda memiliki tempat parkir, akses jalan yang mudah dan mudah ditemukan.

 

Namun sekali lagi Anda harus mempertimbangkan budget yang tersedia. Jika anggaran mencukupi, lokasi strategis bisa disewa. Namun jika Anda tidak memiliki modal usaha yang banyak, cukup dimulai dari rumah. Kemudian optimalkan pemasaran online Anda.

 

5 Manajemen organisasi

Setiap bisnis memiliki resiko nya sendiri dan toko hewan peliharaan kucing tidak terkecuali. Ada cukup risiko dalam bisnis ini. Oleh karena itu sangat penting untuk merencanakan arah tujuan bisnis, visi dan misi.

 

Tetapkan standar untuk menentukan tujuan bisnis masa depan. Jadi Anda memiliki pedoman atau SOP untuk menjalankan bisnis hewan peliharaan kucing. Dengan cara ini, Anda dapat mengatasi semua risiko dan masalah yang Anda hadapi.

 

6 Dijual di Marketplace

Pentingnya internet marketing untuk meningkatkan penjualan. Mengandalkan internet marketing memudahkan dalam mempromosikan produk ke seluruh pelosok daerah. Salah satu platform yang menawarkan lapak adalah marketplace. Marketplace yang terkenal di Indonesia adalah shopee, tokopedia, lazada.

 

Tips Tambahan

Promosi media sosial

Maksimalkan dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok dan Google Bisnisku. Selain itu, manfaatkan iklan video. Menggunakan video dinilai lebih menarik dengan tambahan efek dan filter. Media online yang biasa digunakan untuk mempromosikan video adalah TikTok.

 

Media memiliki pengaruh yang besar terhadap iklan produk. Hanya dalam beberapa menit, informasi dapat menyebar ke seluruh area. Jadi seleksi meluas. Oleh karena itu, tiktok sangat cocok digunakan sebagai sarana promosi.

 

Jangan lupa untuk membuat konten video yang menarik dan kreatif. Konten yang sederhana dan kreatif mudah dipahami dan pengguna juga menikmati konten yang mendidik, menghibur, dan relevan dengan produk yang dijual.

 

Kolaborasi influencer

Untuk mengembangkan jaringan Anda, Anda dapat menggunakan layanan influencer skala mikro. Menggunakan beberapa micro-influencer dianggap lebih efektif daripada menggunakan satu influencer besar.

 

Undang influencer lokal untuk bermitra dan menawarkan program afiliasi kecil, misalnya, jika mereka ingin mempromosikan produk di akun pribadi mereka, mereka akan menerima produk dari toko hewan peliharaan. Intinya adalah ketika influencer ditentukan, yang tepat dipilih sesuai dengan produk yang akan dijual.

 

Kampanye produk paling populer

Seperti disebutkan di bagian sebelumnya, permintaan untuk beberapa produk meningkat. Jika Anda salah satu pebisnis yang bergerak di bidang ini, akan lebih baik jika Anda membuat penawaran yang menarik untuk dilihat oleh calon pelanggan. Bisa dengan memberikan diskon atau potongan harga.

 

Salah satu cara untuk menarik konsumen adalah dengan menawarkan penawaran. Penawaran diskon bisa dilakukan untuk produk yang jarang laku atau masih ada stoknya. Jadi Anda bisa menjual produk lama yang masih banyak stoknya. Dengan menawarkan diskon khusus tentunya.

 

Anda dapat menggunakan kebijakan apa pun seperti beli 1 gratis 1 atau diskon 50%. Sehingga konsumen segera mengambil keputusan pembelian dan kemudian menentukan waktunya. Jangan diskon terlalu lama. Misalnya, penawaran hanya berlaku selama 2 minggu.

 

Paket Bundling

Dimungkinkan juga untuk menawarkan produk dengan sistem pencampuran, yang menggabungkan beberapa produk dengan harga lebih rendah. Berikan penjelasan jika produk hanya dibundel untuk bulan tertentu. Tentunya dengan begitu produk Anda akan cepat laku dan penjualan Anda akan meningkat.

 

Kekurangan Usaha

Pengurangan risiko adalah tindakan terukur dan terencana yang dilakukan pemilik toko hewan peliharaan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak suatu insiden. Apalagi untuk acara-acara yang bisa merugikan bisnis pet store. Setiap bisnis memiliki resiko nya sendiri dan toko hewan peliharaan tidak terkecuali. Nah, berikut ini adalah contoh beberapa risiko yang bisa terjadi di pet shop dan cara penanggulangan yang tepat untuk mencegahnya.

 

1 Efek samping produk

Hewan peliharaan tidak bisa benar-benar memberitahu Anda bagaimana perasaan mereka. Namun, efek samping dari produk usang atau bekas seperti makanan, shampo, dan vitamin tidak dapat dihindari. Sama seperti Anda mungkin tidak cocok dengan suatu produk, hewan peliharaan mungkin mengalami hal yang sama. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah menawarkan produk hewan peliharaan yang berkualitas. Selain itu, Anda dapat bekerja sama dengan dokter hewan berpengalaman di bidangnya. Jadi konsumen Anda bisa bertanya langsung produk apa yang sebaiknya digunakan hewan peliharaan mereka. Sehingga ketika hewan mengalami efek samping dari produk yang Anda jual, dapat segera ditangani.

 

2 Kecelakaan kerja

Saat memulai bisnis hewan peliharaan, Anda mungkin menemui kendala; seperti menggigit hewan peliharaan yang rentan dan karyawan potensial atau menggigit diri sendiri. Apalagi di musim ini, banyak orang mulai memelihara hewan peliharaan yang belum sepenuhnya jinak, sehingga risiko bagi para pedagang hewan peliharaan pun semakin besar.

 

Cara untuk mengurangi risiko pet shop ini adalah dengan mengambil asuransi kecelakaan untuk diri sendiri atau karyawan Anda. Sehingga ketika terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan biaya pengobatan. Selain asuransi swasta, Anda juga bisa menggunakan layanan kesehatan pemerintah seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat pekerjaan.

 

3 Kontaminasi dan kotoran produk

Meskipun perdagangan hewan peliharaan cukup identik dengan bisnis berisiko rendah, kondisi operasi industri tidak selalu berjalan mulus. Residu dari produk hewani, seperti sisa makanan dan obat-obatan, dapat mencemari Anda atau pekerja Anda dengan bakteri atau zat lain di dalamnya. Metode manajemen risiko ini sama dengan metode sebelumnya, yaitu melalui asuransi kecelakaan kerja. Selain itu, Anda bisa menyediakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan atau pakaian khusus untuk menghindari kontaminasi.

 

4 Hak pakai

Saat memulai bisnis hewan peliharaan, Anda akan dihadapkan pada berbagai proses perizinan dan regulasi yang harus dipenuhi untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari. Beberapa dokumen yang perlu Anda isi saat memulai bisnis adalah:

 

# Surat Permohonan Izin Usaha

# Fotokopi KTP dan NPWP

# Deskripsi kantor terdaftar perusahaan

# Foto paspor pemilik perusahaan

# HO atau lisensi pelecehan

# Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

# Deklarasi niat inspeksi lapangan

# Bersama dengan banyak dokumen penting lainnya

 

Untuk mengajukan permohonan lisensi, Anda harus mengunjungi kotamadya Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang dokumen yang dibutuhkan bisnis Anda, karena setiap wilayah biasanya memiliki aturan yang berbeda. Misalnya di daerah Bali yang membutuhkan izin dari desa adat. Hukum sering berubah seiring waktu. Sekarang bisnis Anda mungkin tidak dalam masalah hukum, tetapi di masa depan bisnis Anda mungkin. Anda dapat mengatasinya dengan menghubungi penasehat hukum atau pengacara yang dapat memberi Anda nasihat dan nasihat yang tepat.

 

5 Penjualan tidak stabil

Angka penjualan bisnis hewan peliharaan pasti akan naik atau turun setiap saat. Ketika angka penjualan turun, pasti akan ada beberapa produk dalam stok menumpuk dan produk lain di toko yang mendekati umur simpan/awal. Kegagalan untuk mengatasi situasi ini dapat menyebabkan persediaan produk terbuang secara gratis. Nah, Anda bisa mengatasinya dengan menghadirkan skema promosi dan diskon yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat untuk menghidupkan kembali minat dan perhatian konsumen. Dengan cara ini, kerugian dari akun penjualan dapat diminimalkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *