6 Resiko Usaha Pecel Lele yang Harus Kamu Ketahui

Posted on

6 Resiko Usaha Pecel Lele yang Harus Kamu Ketahui

 

Bisnis lele merupakan bisnis yang sudah ada sejak lama, sehingga tidak heran jika saat ini kita melihat peningkatan jumlah pengusaha lele dalam banyak hal. Kunci sukses stand pecel lele adalah rasa kuahnya harus enak agar usaha pecel lele anda selalu dikenang oleh pelanggan. Pada umumnya, orang Indonesia kembali ke sana jika mereka menyukai suatu tempat.

 

Alasan banyak orang yang suka makan di stand pecel lele karena rasanya yang enak, murah, menunya banyak dan yang pasti saat memakannya selalu disertai dengan aneka lalapan yang segar untuk menambah nafsu makan. Pada dasarnya, sebuah perusahaan tergantung pada komitmennya sendiri untuk pengembangan bisnis. Setiap bisnis lele pecel memiliki resikonya masing-masing, berikut resiko bisnis lele pecel yang harus anda ketahui

 

1 Izin Usaha

Masalah perizinan ini sering menjadi sumber keluhan, terutama bagi pedagang kaki lima yang buka tutup di pinggir jalan, karena tidak ada aturan perizinan yang jelas. Dan Satpol PP sering menyerang bahkan penjual yang sudah memiliki izin. Sebenarnya, ketika Anda sudah memiliki lisensi untuk menjual, Anda masih bisa menjual, tetapi Anda biasanya harus membayar penjahat.

 

Bukan rahasia lagi bahwa toko atau warung pinggir jalan selalu memungut uang sebagai pembohong kuota. Risiko ini umum terjadi. Ketika iming-iming toko atau toko dilindungi dari kejahatan, banyak orang rela mengeluarkan uang untuk penjahat ini. Namun sayangnya banyak yang bungkam, alasannya karena bisnis mereka masih bisa sukses. Jadi jika Anda ingin membuka toko pecel baik di pinggir jalan maupun untuk pedagang kaki lima (pejalan kaki), pastikan risiko pertama sudah termasuk dalam perencanaan Anda.

 

Pemerasan Ini sudah menjadi rahasia umum, bagi anda yang pernah makan pecel di stand lele pasti pernah melihat ada yang datang meminta uang jaminan kepada penjual sebagai alasan uang jaminan. Meski ini adalah perilaku predator yang pasti akan membuat mereka tidak nyaman, sebagian besar pengelola lele pinggir jalan tetap bungkam karena menganggap bisnis mereka aman. Meski isu ini murah, sebagai pelaku bisnis pecel lele harus berani memutus mata rantai penjahat yang mengganggu.

 

Untuk risiko yang satu ini, juga menjadi masalah bagi para pedagang kaki lima. Karena tidak ada aturan yang jelas tentang perizinan PKL. Padahal, sudah banyak yang sudah mendapat izin jual beli, tapi Satpol PP terus mengeluarkannya. Sekalipun tidak berlisensi, Anda tetap bisa menjualnya, Anda hanya perlu membayar biaya restocking atau porsi nakal seperti yang dijelaskan di atas.

 

2 Tergantung Cuaca 

Risiko yang satu ini menjadi kendala besar bagi setiap pelaku usaha taipan pinggir jalan, karena saat cuaca tidak mendukung atau hujan, menghambat mereka untuk berjualan, terutama para pedagang kaki lima yang biasanya harus mendirikan tenda terlebih dahulu untuk berjualan.

 

3 Rasa Sambal Dan Nasi Menjadi Penentu

Umumnya pemilik pecel lele mengandalkan MICIN pada sambalnya. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terlalu banyak. agar lidah para tamu tidak bosan dengan rasa micini yang sudah anda campur. Perhatikan bahwa setiap ikan lele memiliki rasa cabai yang berbeda. Yang membedakan bisnis pecel lele adalah sambalnya.

 

Jika resep sambal kita berubah, sudah pasti pelanggan akan berubah dan tidak menjadi langganan. Komposisi usaha sambal monni pecel merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan atau kegagalan usaha ini.

 

Padahal, citra rasa yang enak adalah kunci sukses bisnis nasi pecel. Rasanya yang lezat membuat pelanggan datang mencari nasi pecel buatan Anda. Untuk itulah Anda perlu mengetahui cara membuat nasi pecel yang enak, terutama bumbu pecelnya. Hal ini dikarenakan persaingan rasa pecel yang cukup ketat terutama di wilayah Jawa.

 

4 Risiko Kompetitor

Anda pasti tahu bahwa persaingan industri nasi pecel di pulau jawa cukup ketat. Terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ketika melihat persaingan, jika ingin membuka usaha nasi pecel, Anda siap untuk mengasah otak dan bekerja keras untuk menjalankan bisnis Anda di masa depan. Jawabannya adalah ya, selama Anda mengetahui strategi khusus untuk mencapainya.

 

Namun ingat jika Anda menemukan strategi yang tepat untuk menjalankan bisnis nasi pecel, bisnis ini bisa menghasilkan uang yang menggiurkan. Hal ini mengingat permintaan beras pecel di Jawa cukup tinggi. Risiko bisnis nasi pecel sangat rendah jika Anda melakukan bisnis nasi pecel di luar pulau Jawa. Rasa nasi pecel diimbangi di sana.

 

Biasanya rasa nasi pecel di luar Jawa tergolong biasa saja, artinya tidak sebagus di Jawa. Jadi jika anda mengetahui resep nasi pecel yang enak dan anda tinggal di luar pulau jawa, sekaranglah waktu yang tepat untuk membuka usaha ini. Padahal, citra rasa yang enak adalah kunci sukses bisnis nasi pecel. Rasanya yang lezat membuat pelanggan datang mencari nasi pecel buatan Anda. Untuk itulah Anda perlu mengetahui cara membuat nasi pecel yang enak, terutama bumbu pecelnya. Hal ini dikarenakan persaingan rasa pecel yang cukup ketat terutama di wilayah Jawa.

 

Menganalisa Kompetitor

Adanya persaingan dalam bisnis menjadi ketakutan banyak orang. Namun, persaingan ternyata positif. Ini menunjukkan bahwa ada permintaan yang tinggi untuk produk yang Anda jual. Agar dapat bersaing, Anda harus dapat melakukan analisis persaingan untuk kategori produk yang Anda jual.

 

Persaingan pasar juga dapat membantu perusahaan Anda membandingkan produk dan terus berinovasi untuk tetap menjadi yang terdepan. Dengan mengetahui kemungkinan, produk Anda dengan mudah menonjol dari kerumunan produk serupa dan meningkatkan pertumbuhan penjualan perusahaan Anda.


Menganalisis pesaing terdengar sulit dan membutuhkan keterampilan khusus. Padahal, Anda bisa melakukan analisis ini dengan proses yang cukup mudah. Lihat bagaimana Anda dapat menganalisis pesaing Anda dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

 

  1. Identifikasi pesaing

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu siapa pesaing utama dalam kategori yang sama. Informasi ini memungkinkan Anda untuk membandingkan dan mendominasi strategi pemasaran pesaing Anda.

 

Anda dapat mengidentifikasi pesaing tersebut menggunakan WWH (Who, What, How), yaitu sebagai berikut:

 

Siapa target pasarnya?, Masalah apa yang dihadapi pesaing?, Bagaimana cara mereka menyelesaikannya?

 

Setelah Anda mengetahui jawaban dari pertanyaan diatas, Anda juga perlu mempertimbangkan jenis produk yang mereka tawarkan, bagaimana produk Anda dapat bersaing, dan keunggulan apa yang dimiliki pesaing Anda dibandingkan produk Anda.

 

Pemetaan persepsi dapat membantu Anda mengidentifikasi bagaimana pesaing yang berbeda memberi harga produk mereka dan bagaimana Anda dapat menyesuaikannya. Data ini memberi Anda angka dasar tentang berapa banyak orang yang bersedia membayar untuk berbagai jenis produk dari merek yang berbeda.

 

Selain mengetahui harga dan penawaran, seseorang juga perlu mengetahui faktor objektif lainnya, seperti kualitas atau jangkauan fitur, yang dapat mempengaruhi sensitivitas harga yang bersedia dibayar konsumen.

 

  1. Tetapkan Tujuan

Selanjutnya, Anda perlu memahami tujuan dari analisis kompetitif ini. Beberapa tujuan umum dari analisis persaingan ini adalah sebagai berikut.

 

-Mengembangkan strategi pemasaran Guna meningkatkan persaingan.

 

-Meningkatkan kualitas produk sejenis agar lebih baik dari kompetitor usaha.

 

-Siapkan langkah-langkah sebelum memasuki pasar baru.

 

-Menemukan pesaing tidak langsung yang dapat menjadi ancaman di masa depan.

 

-Mengidentifikasi SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dalam bisnis.

 

Tujuan yang jelas membantu Anda melakukan analisis dengan cara terbaik. Hal ini juga dapat mendorong bisnis Anda untuk maju dan bersaing dengan bisnis lain dalam kategori yang sama.

 

  1. Pilih platform untuk dianalisis dan Analisa Swot

Tentukan platform yang ingin Anda analisis untuk hasil terbaik. Saat ini banyak sekali tempat berjualan dari media sosial seperti Instagram dan Facebook hingga marketplace seperti Shopee atau Tokopedia.

 

Ketika Anda ingin melakukan analisis persaingan, lakukan analisis SWOT untuk mengetahui apa saja kekuatan dan kelemahan pesaing Anda, serta peluang dan ancaman pesaing Anda.

 

  1. Lihat rencana konten pesaing Anda

Perhatikan juga bagaimana pesaing mengoptimalkan produksi konten. Jenis apa yang mereka kuasai? Apakah konten blog, posting media sosial, atau menggunakan konten premium?

 

Setelah meneliti strategi pesaing Anda, bandingkan mereka dengan strategi perusahaan Anda. Bisakah posisi merek pesaing lebih tinggi dari produk Anda? Jika demikian, perbaikan konten dapat dievaluasi agar peningkatan penjualan perusahaan lebih besar.

 

  1. Periksa partisipasi

Langkah kelima ini konsisten dengan langkah sebelumnya. Saat membuat konten, jangan lupa untuk memeriksa keterlibatan juga. Engagement adalah jumlah pengguna yang berinteraksi dengan konten Anda, mulai dari suka, komentar hingga berbagi.

 

Tentu saja, ketika konten Anda memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi, ini berarti jumlah kunjungan yang tinggi ke halaman bisnis Anda. Hal ini tentunya akan berpengaruh positif terhadap penjualan online dan brand awareness perusahaan.

 

Melalui media sosial, Anda dapat mengetahui suara pelanggan (VOC) yang dapat Anda gunakan dalam pengembangan produk dan positioning merek. Dalam hal ini, Anda dapat menganalisis bagaimana pesaing Anda menanggapi permintaan dukungan, menanggapi pertanyaan tentang produk dan desain serta model mereka di media sosial. Selain itu, Anda juga dapat meneliti topik dan tagar untuk mengukur informasi umum yang ingin Anda dapatkan.

 

  1. Buat tabel rumus dan rencanakan strategi

Setelah Anda menjawab semua pertanyaan ini, tabulasikan hasil analisis SWOT. Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda dalam merencanakan strategi yang tepat untuk memajukan bisnis Anda.

 

Di tabel Anda dapat melihat hal-hal apa yang dapat Anda lakukan untuk menonjol dari kompetisi menggunakan strategi tertentu. Misalnya, jika pesaing perusahaan Anda hanya menawarkan penawaran sebagai hadiah dan dalam bentuk metode pembayaran terbatas, Anda dapat menawarkan lebih banyak variasi penawaran dan metode pembayaran!

 

5 Risiko Promosi

Terkadang kita perlu mengiklankan bisnis kita kepada calon pelanggan, berbayar atau tidak. Jika Anda ingin memperkenalkan perekrut, Anda perlu mempertimbangkan pendapatan dan potensi keuangan perusahaan. Karena jika targetnya salah, Anda berisiko kalah. Jadi jangan hanya diiklankan.

 

6 Risiko Tempat Tidak Strategis 

Bahkan, pemilihan lokasi harus dipertimbangkan untuk bisnis masa depan. Jika tujuannya hanya lingkungan sekitar, Anda bisa membuka usaha di rumah. Jika ingin membidik pangsa pasar yang besar, Anda bisa membuka usaha di lokasi padat atau strategis. Kebanyakan cara tersebut memiliki resiko yang agak tinggi, namun hasil yang didapat juga sangat menguntungkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *