Beberapa Faktor Resiko Usaha Salon Kecantikan

Posted on

Beberapa Faktor Resiko Usaha Salon Kecantikan

 

Tampil cantik adalah bagian dari gaya hidup masa kini. Kebutuhan ini membuka peluang bisnis untuk membuka salon yang bergerak di bidang perawatan wajah dan tubuh. Namun, risiko menjalankan salon kecantikan tentu ada. Oleh karena itu, perlu diperhitungkan dan dikelola dengan baik agar bisnis tersebut berhasil. Karena kebiasaan konsumsi juga berubah dari hari ke hari, tantangan bisnis ini tumbuh. Namun, bukan berarti adanya risiko menghalangi Anda untuk memulai bisnis. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk menguranginya.

 

Membuka salon kecantikan adalah bisnis nyata ketika Anda melihat banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk prosedur kosmetik. Peluang ini cukup besar bagi orang-orang yang berjiwa wirausaha. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan potensi kekurangan atau risiko. Pada artikel ini, kami akan membahas risiko menjalankan salon kecantikan yang perlu Anda ketahui.

 

Bisnis salon kecantikan tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga keterampilan dan inovasi untuk mengelola bisnis. Tidak jarang orang yang memulai bisnis kecantikan akhirnya gulung tikar karena tidak pandai mengelola dan mengembangkan bisnisnya. Meskipun perusahaan masih memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan Melihat tren dunia fashion dan kecantikan saat ini, Anda yang ingin membuka usaha di bidang serupa juga harus mempertimbangkan risiko dalam menjalankan salon kecantikan. Karena tidak hanya satu, setidaknya ada beberapa poin yang perlu diketahui dan diantisipasi sejak awal.

 

Risiko Usaha 

Diklasifikasikan sebagai perusahaan jasa, pemilik harus memahami bahwa kepuasan pelanggan adalah perhatian utama. Namun, prospeknya juga bagus, apalagi jika konsepnya selaras dengan target pasar. Seperti halnya bisnis apa pun, salon kecantikan juga memiliki risiko dan tantangan yang harus dikurangi oleh pemiliknya.

 

Tujuan mengetahui risiko adalah untuk mengelolanya agar perusahaan terhindar dari masalah, kecelakaan dan kerugian. Nah, sebelum memulai, ketahui dulu risiko menjalankan salon kecantikan berikut ini:

 

1 Hasil Perawatan Tidak Sesuai Dengan Harapan Konsumen

Harus ada ekspektasi tertentu dari pelanggan dalam hal perawatan wajah dan tubuh. Misalnya keinginan untuk menghilangkan jerawat, membuat kulit wajah mulus, badan langsing dan lain-lain. Namun, efek dari setiap perawatan mungkin tidak sama untuk semua orang. Nah, ini bisa menjadi risiko.

 

Ketidakpuasan konsumen dapat merusak reputasi salon. Pelanggan tidak memberikan pengalaman yang baik, apalagi merekomendasikan layanan kepada orang lain. Bahkan, dari mulut ke mulut sangat efektif. Dengan hanya beberapa rekomendasi buruk dari konsumen, sulit bagi salon untuk mendapatkan kepercayaan publik.

 

Seringkali, pelanggan pilihan dapat ditemukan di salon kecantikan. Ada beberapa alasan mengapa pelanggan sering mengeluh kepada pemilik dan karyawan. Diantara faktor tersebut adalah penurunan kepuasan pelanggan. Ini mungkin terkait dengan layanan atau hasil perawatan. Umpan balik pelanggan harus menjadi bahan evaluasi ke depan agar salon dapat menawarkan yang terbaik.

 

Risiko bisnis salon selanjutnya terkait estetika adalah terkait dengan keterampilannya sendiri. Sama seperti bisnis katering harus beradaptasi dengan bahasa dan selera budaya klien, begitu juga salon kecantikan. Itu tidak mungkin jika Anda secara konsisten memberikan pelayanan yang kurang baik, baik dari segi performa maupun rasa. Untuk mengurangi kemungkinan risiko ini, penting untuk terus melakukan pengelupasan rambut, kulit, dan riasan wajah Anda. Karena karakter dan keluwesan bisa diasah asalkan mau berusaha.

 

2 Tenaga Kerja Amatir 

Di Indonesia, masih sedikit pekerja yang memiliki sertifikat keahliannya. Hal ini dapat membahayakan kemampuan mereka untuk melakukan perawatan wajah atau tubuh. Meskipun dimungkinkan untuk mempelajari cara menggunakan peralatan, tetapi jika dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian yang diakui, itu tetap berisiko.

 

Belum lagi jika terjadi kecelakaan saat melayani pelanggan. Oleh karena itu hal ini dapat menjadi bencana bagi bisnis salon yang sedang dikelola. Ada juga kemungkinan kesalahan dalam perawatan tubuh dan wajah konsumen. Misalnya melakukan pemijatan, pembersihan atau perawatan lainnya dengan cara yang salah. Jika hal ini terjadi, tidak menutup kemungkinan konsumen akan bangkit melawan lemari pakaian.

 

3 Peralatan Kecantikan Kurang Update

Alat perawatan kecantikan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Nah, jika Anda masih menggunakan produk lama, hal ini tentu menjadi risiko tersendiri. Misalnya, pelanggan memiliki opsi untuk beralih ke salon rambut lain dengan peralatan yang lebih modern. Lalu ada juga masalah perawatan tertentu yang tidak dapat diberikan karena perangkat tidak lagi didukung.

 

Reputasi salon bisa rusak karena menolak memperbarui teknologi. Selain itu, konsumen cenderung mencari sesuatu yang baru dan kekinian. Ingatlah bahwa bisnis erat kaitannya dengan pengembangan, jadi penundaan kecil akan langsung membuatnya tidak relevan. Lebih buruk lagi, bisa bangkrut dan kehilangan pelanggan.

 

Tentu saja, jika Anda memulai bisnis, modal yang tersedia masih terbatas. Namun, jangan biarkan peralatan yang buruk membuat segalanya menjadi rumit. Risiko menjalankan salon kecantikan yang tidak boleh dianggap remeh adalah keluhan pelanggan tentang infrastruktur akibat pelayanan yang buruk. Jika Anda tidak dapat membeli semua jenis produk, belilah alat yang berkualitas, meskipun terbatas. Anda dapat menambahkan layanan setelah membeli alat yang sesuai untuk digunakan agar tidak menimbulkan keluhan dari pelanggan.

 

4 Modal Minim 

Untuk merekrut staf yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya, kemudian membeli peralatan terbaru, menyewa tempat dan banyak lagi, diperlukan banyak uang. Ada risiko jika modal awal ternyata pas-pasan dan tidak mampu membiayai operasional. Alih-alih menghasilkan keuntungan, salon justru bisa mencapai titik impas.

 

Tujuan utama memulai bisnis kosmetik adalah untuk mendapatkan keuntungan. Namun bagaimana jika dana tersebut tidak dikembalikan? Ada banyak salon kecantikan yang pendapatan operasionalnya hanya cukup untuk gaji karyawan dan tambahan modal. Keuntungan yang didapat pemilik kecil bahkan modal tidak dikembalikan. Sangat disayangkan.

 

Kerugian lebih dari modal yang tidak akan dikembalikan. Tidak ada cukup uang untuk membayar gaji staf dan menambah modal, apalagi keuntungan. Ini biasanya karena kurangnya keahlian finansial dan lainnya. Dalam hal ini pemilik dan karyawan harus bekerja sama agar salon tidak merugi dan karyawan tidak kehilangan pekerjaan.

 

5 Pelanggan Tidak Nyaman

Risiko lain dari bisnis ini adalah salon tidak dapat menawarkan kenyamanan kepada pelanggannya. Penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari suasana yang tidak menyenangkan, pelayanan yang tidak ramah, waktu tunggu yang lama hingga staf yang kurang terampil.

 

Padahal, rasa nyaman konsumen adalah hal terpenting yang harus diberikan di luar perawatan salon dasar. Pelanggan harus dimanjakan. Jika hal itu tidak terjadi, dapat dipastikan konsumen akan keluar dari perusahaan.

 

Tidak bisa dipungkiri banyak klien yang beralih ke salon lain karena berbagai hal, termasuk staf yang tidak ramah. Staf yang tidak ramah membuat pelanggan beralih ke salon lain. Oleh karena itu, pemilik toko perlu berkomunikasi dengan karyawan agar selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan.

 

Selain itu, lokasi salon yang cukup jauh dari jalan raya juga bisa membuat pelanggan berpindah ke salon lain. Sebelum memulai usaha, pemilik salon harus cermat mempertimbangkan lokasi yang tepat agar terjangkau oleh pelanggan. Di lokasi yang terjangkau kemungkinan besar ruang tamu akan semakin ramai, dan tentunya banyak orang yang mengenalinya.

 

Kurangnya pelanggan merupakan salah satu faktor risiko bisnis salon. Ini biasanya terjadi ketika salon rambut baru didirikan dan bukan ide yang bagus untuk dipromosikan. Kurangnya pelanggan juga dapat disebabkan oleh tingginya biaya perawatan yang harus dibayar pelanggan. Lokasi yang tidak nyaman juga bisa menjadi penyebab kekosongan salon rambut.

 

Oleh karena itu, diperlukan inovasi agar ruang tamu semakin ramai. Pemilik salon dapat mempromosikan usahanya melalui media sosial, karyawan juga dapat membantu mempromosikan melalui akun media sosialnya. Saat mempromosikan bisnis, perlu menarik pelanggan potensial untuk berbondong-bondong ke salon. Untuk soal harga, pemilik tidak harus mematok harga tinggi.

 

Perusahaan jasa selalu dibayangi oleh bahaya bahwa mereka tidak lagi memiliki pelanggan. Setiap bisnis memiliki siklus hidup, fase penurunan, mungkin salon sudah memiliki nama dan besar, tetapi angka penjualan terus turun. Biasanya alasannya karena pola konsumsi segmen pasar yang berubah.

 

Pemilik bisnis salon harus mempelajari dan memahami perilaku konsumen ini. Apa yang membuat mereka jenuh, mengapa kejenuhan itu terjadi dan kemudian memutuskan produk mana yang akan dihentikan atau dipertahankan tetapi ditingkatkan. Semua ini harus dilakukan untuk mencegah penutupan perusahaan.

 

6 Kecelakaan Kerja

Dalam bisnis apapun, selalu ada kemungkinan kecelakaan, baik karena kesalahan manusia atau peralatan yang rusak. Dalam operasional salon kecantikan, penyebab kecelakaan dapat berupa ketidakcakapan dan kecerobohan karyawan saat menggunakan peralatan. Kurangnya perawatan dan penggunaan yang konstan juga dapat menyebabkan situasi berbahaya, seperti korsleting listrik.

 

Jika ini terjadi, perusahaan mungkin menghadapi lebih banyak risiko, seperti kebakaran, kebocoran, dan kecelakaan pemeliharaan. Angka kematian lebih tinggi jika kecerobohan juga tinggi. Untuk alasan ini, ada baiknya untuk memeriksa kondisi alat perawatan dengan hati-hati dan juga memastikan perawatan sambungan listrik yang konstan.

 

7 Persaingan Pasar Dan Penipuan Customer 

Rata-rata, layanan salon ternama lebih mudah menawarkan layanan berkualitas dan terjangkau. Pasalnya, mereka tidak akan rugi apa-apa dari kosmetik yang sudah ketinggalan zaman karena banyaknya pelanggan. Selain itu, mereka sudah memiliki alat yang lengkap untuk memberikan layanan.

 

Namun, bagi Anda yang baru memulai bisnis ini, tidak perlu berkecil hati. Kutip harga sesuai dengan margin yang ditentukan dan promosikan secara agresif baik online maupun dari mulut ke mulut. Karena langkah ini cukup efektif untuk diterapkan. Jangan lupa untuk selalu bertanya kepada pelanggan tentang pengalaman mereka sehingga mereka merasa dibutuhkan dan pendapat mereka dihargai.

 

Banyak viral di media sosial, ada juga salon yang ditipu pelanggan, rata-rata pengantin. Agar tidak tertipu oleh pesanan palsu atau pelanggan yang tidak mau membayar layanan, ingatlah untuk meminta uang muka di awal pesanan. DP harus mendapatkan minimal 50% atau sesuai kesepakatan yang ditetapkan dan disepakati oleh kedua belah pihak.

 

Berbagai risiko menjalankan salon kecantikan di atas tentunya bisa menjadi faktor penting dalam perencanaan bisnis. Karena pada akhirnya, lebih mudah bagi Anda untuk melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan ketika Anda sudah mengetahui potensi masalah yang akan muncul dan cara mengatasinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *