Beginilah Tips Memulai Usaha Maggot BSF

Posted on

Beginilah Tips Memulai Usaha Maggot BSF

 

Pemeliharaan larva menguntungkan di industri peternakan dan di tempat lain di pasar. Lihat cara dan penjelasannya di bawah ini. Pakan ternak merupakan salah satu bagian terpenting dalam peternakan. Agar ternak tumbuh sehat dan berumur panjang, pakan yang diberikan juga harus berkualitas baik. Saat ini, banyak jenis pakan yang dijual di luar sana. Varietasnya bervariasi tergantung pada jenis hewan dan kebutuhan nutrisi ternak.

 

Nah, dari sekian banyak jenis pakan, pakan sosis BS merupakan salah satu yang paling populer dan banyak dicari. Larva BSF biasanya diberikan kepada ayam, tetapi beberapa peternak juga menggunakannya sebagai pakan majemuk untuk hewan lain.

 

Mengenal Maggot

Maggot adalah istilah bahasa Inggris yang berarti belatung. maggot bukanlah maggot karena maggot berbeda dengan maggot. Larvanya sendiri hidup pada daging yang membusuk, sedangkan larvanya hidup pada bungkil kelapa sawit. Perkembangan larva berlangsung dengan bantuan lalat bunga yang disebut “Prajurit Hitam” (Hermetia illucens).

 

Lalat bunga berwarna hitam tetapi tidak seperti lalat lain yang dikenal kotor. Jenis lalat ini secara alami adalah lalat penghisap bunga dan memakan bungkil kelapa secara berkelompok. Seekor maggot melewati beberapa tahap dalam siklus hidupnya. Siklus dimulai dengan telur yang dihasilkan oleh prajurit hitam, dan kemudian telur menetas menjadi larva. Larva kemudian berkembang menjadi kelinci dan akhirnya menjadi tentara hitam dewasa.

 

Apa perbedaan antara larva maggot dan larva lalat biasa?

Hal ini tentu berbeda dengan keuntungan larva yang mampu mengubah bahan organik menjadi biomassa, karena larva yang dihasilkan bukanlah larva yang menjadi tempat berkembang biaknya penyakit.

 

Justru itulah yang unik dan bermanfaat, karena larvanya berasal dari black soldier fly, atau BSF, yang memiliki kualitas larva yang baik dan protein yang tinggi untuk pakan alami. Saat ini pakan alami sangat memungkinkan, meskipun perkembangan pabrik atau industri pakan semakin meningkat. Pakan alami dapat menjadi salah satu hal yang menghindari kebutuhan protein untuk beberapa produk yang membutuhkan larva. Caterpillar merupakan salah satu produk yang sangat menarik untuk dikembangkan, apalagi perkembangannya terus berkembang dari hari ke hari.

 

Mengenal Usaha Maggot BSF

Ulat adalah organisme yang muncul dari telur black soldier yang kemudian mengalami metamorfosis setelah tahap telur dan sebelum tahap pupa hingga berubah menjadi lalat dewasa. Secara umum, larva dikenal sebagai pemulung karena cenderung mengkonsumsi bahan organik.

 

Larva dapat tumbuh pada bahan organik yang membusuk di daerah beriklim sedang dan subtropis. Larva dewasa tidak makan karena larva dewasa hanya membutuhkan air, karena nutrisi hanya diperlukan untuk reproduksi selama tahap larva. Mungkin di Indonesia sendiri belum banyak yang membudidayakan ulat ini.

 

Sekali lagi, belatung memiliki potensi yang sangat besar, karena bagi sebagian orang belatung atau maggot adalah hewan yang menjijikkan. Namun hewan ini merupakan makanan yang baik untuk hewan ternak seperti ikan, unggas dan reptil. Sapi membutuhkan pakan berkualitas tinggi agar peternakan dapat memenuhi harapan.

 

Jadi ulat memiliki peluang bagus, karena ulat fokus pada apa yang dimakannya saat sedang tumbuh. Banyak petani menyukai Takea karena kandungan proteinnya bisa mencapai kadar protein tinggi 56%. Kadar protein yang tinggi sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan dan ternak lainnya.

 

Selain itu, kandungan larva juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit. Ulat mudah tumbuh dan media yang digunakan banyak tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu, biayanya pun hampir gratis karena bisa menggunakan sampah organik, kotoran hewan, dan kotoran hewan.

 

Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva lalat hitam besar yang bentuknya mirip tawon. Maggot BSF adalah bentuk instar (larva) pertama dari black soldier fly, yang bermetamorfosis menjadi lalat dewasa. Tahap metamorfosis larva BSF dimulai dengan telur, larva, pupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya berlangsung selama 40–45 hari. Berbeda dengan lalat yang biasa kita temui, lalat yang memiliki nama latin Hermetia Illucens ini memiliki banyak kelebihan dan manfaat bagi manusia.

 

Larva yang paling baik untuk tumbuh sebagai pakan adalah jenis BSF. BSF ini adalah lalat (Diptera) yang termasuk dalam famili Stratiomyidae dan merupakan tumbuhan asli daerah subtropis dan tropis. Siklus hidup larva ini terdiri dari lima tahap yaitu telur, larva, pupa, pupa dan dewasa. Durasi siklus hidup ini adalah 38-41 hari.

 

Selama waktu ini, satu kupu-kupu betina dewasa dapat bertelur hingga 500 butir. Telur menetas dalam 4-5 hari. Makanan maggot ini sangat mudah karena Anda hanya perlu memberinya makan dengan sampah organik rumah tangga (sampah tanaman, buah, kotoran ternak dan sisa makanan).

 

Oleh karena itu, maggot ini bisa menjadi solusi untuk mengolah sampah organik agar tidak menumpuk dan menambah jumlah amonia di tempat pembuangan akhir. Kemampuan satu larva untuk menggunakan makanan sampah organik mencapai 25-500 mg/hari. Ukuran larva saat panen sekitar 27 mm, lebar 6 mm dan berat 220 mg.

 

Peluang Usaha 

Jangan melihat budidaya maggot bulu secara sepihak, karena saat ini bisa menghasilkan omzet lebih dari 10 juta euro per bulan. Hal ini senada dengan salah satu pemburu maggot bekas borg. Menurut Antaranews.com, omzetnya mencapai 12 juta per bulan. maggot yang dimaksudkan sebagai makanan alami juga memiliki sifat pengurai sampah yang baik. Salah satu keuntungan memulai peternakan maggot adalah karena banyaknya keunggulan maggot ini.

 

Saat ini maggot memiliki peluang bisnis yang sangat besar mengingat peternakan dan peternakan yang juga membutuhkan maggot semakin banyak. Hal ini karena larva dipromosikan sebagai pakan yang sangat baik untuk ternak dan peternakan ikan. Karena maggot merupakan makanan yang kaya akan protein. Komponen protein ini berperan sangat penting dalam proses pembentukan jaringan tubuh dan membantu proses metabolisme vital tubuh ternak/ikan seperti enzim, hormon dan antibodi. Oleh karena itu, maggot tersebut dapat dijual kepada semua petani sebagai pakan.

 

Kelebihan Dan Manfaat Ternak Usaha Maggot BSF

 

#Memperbaiki Lingkungan

Selama hidupnya, larva BSF memakan makanan organik. Seperti kita ketahui, Indonesia tumbuh subur dengan sampah organik. Berkat ini, budidaya kupu-kupu super ini membantu mengurangi jumlah sampah organik yang telah lama menjadi masalah bagi masyarakat dan pemerintah.

 

Kemampuan larva BSF untuk memakan sampah organik sangat luar biasa. Secara total, 15 ribu larva Black Fly Soldier dapat menghabiskan sekitar 2 kg makanan dan sampah organik hanya dalam satu hari. Bayangkan, jika satu BSF betina bisa menghasilkan sekitar 600 butir telur, maka hanya dibutuhkan sekitar 20 ekor betina untuk menghasilkan 10 ribu ekor larva.

 

#Sebagai Pakan Penuh Nutrisi

Selain untuk mengurangi jumlah sampah di sekitar kita, larva BSF juga bisa dijadikan pakan ternak. Bahkan, jenis pakan ternak ini semakin banyak peminatnya. Untuk itu budidaya larva BSF menjadi semakin banyak dan menguntungkan.

 

Maggot BSF dilengkapi dengan nutrisi yang sangat baik. Kandungan asam amino dan protein merupakan sumber nutrisi dan zat yang dibutuhkan setiap hewan produksi agar sehat dan kuat. Nutrisi tersebut di atas tidak hanya bermanfaat untuk ayam, tetapi juga untuk ikan dan hewan ternak lainnya seperti burung, iguana, tokek dan sebagainya. Selain asam amino dan protein, lambung BSF juga mengandung 40% protein.

 

Cara Budidaya Dengan Skala Kecil Menengah

 

Pemeliharaan larva BSF dapat dilakukan pada skala apa pun yang mampu dilakukan oleh peternak. Namun kali ini kita akan membahas tentang api jentik BSf bagi para pebisnis mandiri yang ingin mencoba peruntungan dari rumah.

 

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai beternak maggot BSF adalah memahami operasi pemeliharaan yang dimulai dari fisik serta teori cara merawat dan mengembangbiakkan lalat BSF. Meski langkahnya mudah, pengembangbiakan larva BSF membutuhkan banyak tenaga, sehingga sangat disarankan untuk melibatkan lebih dari 3 orang untuk mengelola dan mengembangkan usaha.

 

Kandang

Kandang merupakan kebutuhan bagi setiap hewan produksi, tetapi karena pakan yang digunakan juga mengandung makhluk hidup, tentu kita membutuhkan hal yang sama. Fungsi kandang adalah tempat Black Soldier Fly menghasilkan telur sebagai bibit maggot BSF.

 

Pikirkan terlebih dahulu seberapa besar kandang yang dibutuhkan. Itu semua tergantung pada seberapa banyak dan seberapa besar operasi sosis BSF. Kandang berukuran 2,5 m x 4 m x 3 m biasanya cukup untuk peternakan larva BSF skala kecil dan menengah. Dengan ukuran di atas, anda bisa menampung hingga puluhan ribu larva.

 

Media Penetasan

Baki pembiakan berfungsi sebagai tempat larva mengerami telur. Anda dapat menggunakan kotak kecil berisi makanan larva seperti yang dijelaskan di atas. Rak media ini dapat diatur dalam 3 tingkat untuk menghemat ruang. Anda dapat meninggalkan media menetas dari kayu.

 

Siapkan media untuk penetasan telur BSF, bisa kardus kecil atau triplek. Saat telur menetas, pindahkan larva langsung ke kolam hidup sebagai media pemeliharaan. Pisahkan bahan penetasan dan pemeliharaan dalam satu kandang. Pemisahan ini sangat penting karena jika menyatu, telur akan mudah hancur di bawah tekanan larva.

 

Pembuatan Media Ternak

Bahan maggot cukup serbaguna dan Anda bisa mendapatkannya secara gratis. Anda bisa menggunakan dedak kering atau limbah rumah tangga yang sudah busuk seperti buah-buahan atau sayuran. Jangan menggunakan bahan yang sudah busuk dan mengandung bahan berbahaya. Anda bisa menggunakan dedak padi atau limbah sayur/buah sebagai medianya.

 

Dedak padi baik untuk maggot karena teksturnya yang kering dan mudah digunakan. Anda juga bisa mengkombinasikan bekatul dengan sayuran dan buah-buahan dengan takaran yang disesuaikan dengan jenis sayuran dan buah-buahan. Jika sayuran yang digunakan mengandung banyak air, ratio dedak yang lebih tinggi dianjurkan.

 

Jenis Pakan Maggot

 

Ada berbagai jenis makanan cacing, salah satunya adalah sebagai berikut:

 

Mulai dari nasi, ampas kelapa, ampas tahu, ampas pasar berupa daun-daunan, ampas daging, ampas ikan, ampas ternak (kohe), ampas resto/sampah panas (sayur masak, gorengan, sisa lauk pauk, dll).

 

Terasi kelapa sangat baik untuk pakan ternak sebagai pakan ternak dan untuk mengontrol pertumbuhan peternakan, agar kadar air tidak terlalu tinggi dan membuat media menjadi gembur. Hal ini karena kelapa menyerap air dan menghasilkan panas. Tidak disarankan untuk memberi makan daun dalam bentuk daun, tomat, dan jeruk terlalu banyak, karena larva tidak terlalu menyukainya. Selain itu, juga mudah mengeluarkan bau tak sedap dan pembusukan dari serasah daun ini.

 

Sisa limbah daging dan ikan diproduksi dalam jumlah besar di pasaran. Anda bisa memberikan makanan jenis ini, namun jangan terlalu banyak agar tidak gosong dan membusuk. Sehingga tidak ada bau busuk yang menyengat dan mengundang lalat hijau. Kohe (kohe) biasanya berbau pada hari pertama pemberian. Namun, setelah beberapa hari, limbah kobe ini tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *