Cara Memulai Bisnis Ternak Kambing Untuk Pemula

Posted on

Cara Memulai Bisnis Ternak Kambing Untuk Pemula

Ternak Kambing memiliki peluang bisnis yang cukup menguntungkan, terutama saat hari raya Idul Adha. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, juga menggelar acara aqiqah untuk anak-anaknya. Sehingga peluang bisnis peternakan kambing memang selalu terbuka dan menjanjikan keuntungan yang signifikan.

 

Peternakan kambing tidak membutuhkan modal sebesar peternakan sapi dan lebih mudah diperkenalkan ke pasar karena permintaan selalu ada. Di Indonesia, sangat mudah untuk menemukan penjual sate kambing yang sangat populer. Terlebih lagi, produk susu kambing semakin diminati karena banyak manfaat bagi kesehatan. Kesempatan yang bagus ini sayang sekali jika tidak dimanfaatkan.

 

Peternakan kambing bisa dimulai dalam skala kecil dengan modal kurang dari Rp. 10 juta bisa Anda dapatkan melalui Investree dengan biaya dan bunga rendah.

 

Nah, bagi anda yang masih pemula bisa simak tips dan cara beternak kambing berikut ini sebagai panduan.

 

Siapkan Modal

Selanjutnya, Anda perlu mulai menghitung berapa modal yang dibutuhkan untuk membangun peternakan kambing. Modal yang perlu diperhatikan adalah biaya:

 

Beli atau sewa tanah jika Anda belum memilikinya.

Pembelian pakan dan vitamin.

Pemeliharaan meliputi upah pekerja yang membersihkan kandang, memberi makan, memelihara kandang dan sebagainya, jika tidak bisa melakukannya sendiri.

Membangun kandang kambing.

Belilah setidaknya dua bibit kambing, jantan dan betina, untuk menanamnya.

 

Memperhitungkan modal sejak awal akan membantu Anda menemukan sumber pendanaan dengan lebih mudah jika diperlukan. Modal sangat penting untuk mengembangkan bisnis peternakan kambing Anda. Jika Anda membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan usaha peternakan kambing Anda, seperti menambah jumlah kambing, menambah kandang dan lainnya, Anda bisa mengajukan pinjaman dari Investree yang berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Pengawas Keuangan. Investree adalah jembatan yang menghubungkan Anda sebagai peminjam (Borrower) dan pemberi pinjaman (Lender). Selain proses yang mudah dan cepat, Anda mendapatkan suku bunga dan pembayaran yang kompetitif untuk sistem kredit modern mulai dari 1% per bulan. Daftarkan Investree sekarang dan kembangkan bisnis Anda. Dengan modal tersebut anda bisa mengembangkan usaha peternakan kambing anda dengan baik dan terbaik.

 

Pilih Jenis Kambing

Ada beberapa jenis kambing di Indonesia yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum Anda mulai beternak kambing, sebaiknya pilih dulu jenis yang sesuai dengan tujuan Anda.

 

Sebagai alternatif, breed kambing yang tersedia adalah:

Kambing etawa sangat bermanfaat untuk susu dan banyak dikembangbiakkan.

Kambing kacang adalah jenis ternak yang paling umum di masyarakat pedesaan.

Kambing jawa selain dapat diambil dagingnya juga merupakan penghasil susu dan sering dipilih sebagai hewan kurban atau aqiqah.

Kambing Gibas paling tahan terhadap cuaca panas dan dingin.

 

Mencari Lokasi Ternak

Tentu saja, Anda harus memilih tempat pengembangbiakan ternak yang tepat. Hindari pemeliharaan kambing di lokasi yang relatif dekat dengan pemukiman dan pemukiman. Juga, jangan memilih tempat yang tidak jauh dari tempat umum seperti sekolah, kantor, pabrik dan sejenisnya.

 

Sebaiknya Anda mencari tempat yang masih kosong dan cukup jauh dari tempat-tempat yang disebutkan di atas, namun mudah untuk keluar masuk.

 

Memilih lahan bebas, selain menghindari keberatan dari orang pengganggu, juga memungkinkan dibangunnya kandang yang besar. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, pastikan lokasi aman dari pencurian.

 

Pada prinsipnya kambing dan domba beradaptasi dengan baik dengan kondisi lingkungan, sehingga ternak dapat diternakkan dari daerah pantai yang panas sampai daerah pegunungan yang dingin. Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada area tertentu yang dapat menyebabkan pertumbuhan kambing maksimal. Daerah yang ideal untuk kambing dan domba adalah daerah dengan suhu sekitar 25-30°C dan kelembaban yang tidak terlalu tinggi.

 

Daerah dengan curah hujan tinggi tidak baik untuk kambing, meskipun daerah ini dapat menjadi sumber hijauan yang sangat baik. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi. Keadaan ini kurang baik karena dapat membuat ternak rentan terhadap penyakit, salah satunya flu.

 

Selain itu, lebih mudah memelihara ternak di lahan datar daripada di lereng seperti perbukitan. Anda juga harus mempertimbangkan sumber air yang digunakan untuk minum, membersihkan alat dan kandang, dan menyiram halaman. Air bersih yang mengalir dinilai lebih baik dan lebih murah daripada air tanah yang diperoleh dengan pemompaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *