Hindari Penyebab Bisnis Anda Bisa Bangkrut 

Posted on

Hindari Penyebab Bisnis Anda Bisa Bangkrut 

 

Mengapa banyak perusahaan dan usaha kecil bangkrut? Memulai bisnis tidak mudah dan ada banyak statistik di luar sana yang menunjukkan kelangsungan bisnis yang bangkrut. Hanya sekitar 20% bisnis yang bertahan pada tahun pertama setelah peluncuran, dan hampir setengahnya gagal dalam lima tahun pertama.

 

Apakah Anda seorang pengusaha berpengalaman atau baru memulai, statistik di atas cukup menakutkan. Namun, jangan biarkan angka-angka tersebut menyurutkan semangat wirausaha Anda. Sebaliknya, cobalah untuk mempelajari mengapa begitu banyak usaha kecil gagal. Pelajari kesalahan agar Anda tidak jatuh ke lubang yang sama.

 

Bekerja Sendiri

Seorang pengusaha, seperti semua orang, memiliki kekuatan dan kelemahan, belum lagi waktu yang terbatas setiap hari. Anda perlu mempekerjakan karyawan pertama Anda atau berinvestasi yang ahli dalam perangkat lunak yang dapat membantu Anda dalam urusan bisnis Anda. Perusahaan Anda hanya akan menghasilkan uang ketika Anda telah mengalihkan sebagian tanggung jawab kepada orang lain yang memenuhi syarat. Melakukan semuanya sendiri hanya akan membebani Anda dan meninggalkan pekerjaan yang belum selesai.

 

Tidak Mencapai Target Minimum Penjualan

Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi bisnis baru daripada kehilangan target penjualan. Ini bisa terjadi ketika Anda terlalu mengandalkan satu kelompok pelanggan yang luas. Misalnya, jika kedai kopi Anda sangat bergantung pada lalu lintas siswa selama tahun ajaran, Anda mungkin perlu mendiversifikasi bisnis Anda selama liburan agar bisnis tetap bertahan.

 

Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Anda mencapai sasaran penjualan Anda adalah dengan mendapatkan wawasan dari data yang ada dan menggunakan wawasan tersebut sebagai dasar untuk menjalankan strategi pemasaran Anda. Sistem point of sale (POS) yang lengkap dan berkualitas tinggi adalah salah satu langkah awal terbaik untuk memulai.

 

Tidak Ada Visi Misi dan Perencanaan Bisnis

Faktor ini paling sering ditemukan pada pengusaha kecil yang baru memulai usahanya. Apa yang menurut Anda tampak seperti ide bisnis yang bagus di atas kertas mungkin tidak berjalan dengan baik di lapangan.

 

Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyerah pada gairah Anda. Sebaliknya, Anda perlu melakukan sedikit riset dan perencanaan bisnis dengan makan lebih banyak.

 

Rencana bisnis mengharuskan Anda untuk menentukan nilai unik Anda—apa yang membedakan produk atau layanan Anda dari pesaing Anda. Bagaimana Anda membuatnya lebih menonjol? Apakah itu produk atau layanan yang ditawarkan? Apakah dari promosi media sosial yang khas? Apa pun itu, Anda harus mampu membedakan diri dari pesaing Anda untuk mempertahankan model bisnis yang berkelanjutan.

 

Ekspansi Terburu Buru

Dalam dunia bisnis, tindakan lambat dan mantap seringkali dapat memenangkan pertempuran. Berekspansi terlalu cepat, yang biasanya membutuhkan tambahan modal, dapat menjadi bumerang jika pasar telah berubah atau Anda menghadapi kesulitan tertentu.

 

Jika Anda tumbuh terlalu cepat – yang berada di luar kapasitas modal Anda – itu akan menguras dan membebani keuangan Anda dan pada akhirnya mengurangi kualitas. Anda mungkin kewalahan dan produk/layanan Anda sedang berjuang untuk dipasarkan.

 

Jadilah cerdas dalam memilih target pelanggan Anda dan pertimbangkan bagaimana Anda akan membayar kembali setiap pinjaman ekuitas. Mengatakan “tidak” untuk meminjam juga merupakan bagian dari bisnis perusahaan.

 

Tidak Ada Pencatatan

Dokumen keuangan dan inventaris juga sangat penting. Karena jika tidak memperhatikan hal ini, perusahaan Anda bisa bangkrut. Dana yang keluar, baik barang maupun uang, harus dicatat dengan rapi dan detail.

 

Jika seseorang melakukan ini dalam bisnisnya, mereka juga dapat mengetahui di mana modalnya. Setiap kali ada kekurangan uang atau barang, dia tidak panik dan bisa mengatur segalanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.