Pahami Risiko Investasi Obligasi Sebelum Memilihnya Dibanding Berbisnis

Posted on

Pahami Risiko Investasi Obligasi Sebelum Memilihnya Dibanding Berbisnis

Instrumen investasi obligasi Terutama yang diterbitkan pemerintah memang memiliki nilai keamanan yang tinggi apalagi untuk pemula Namun bukan berarti tanpa resiko. Perlu Anda ketahui bahwa setiap instrumen investasi memiliki resiko nya masing-masing entah itu besar ataupun kecil. Ntar itu Anda berinvestasi melalui instrumen deposito Reksadana atau yang lainnya dibalik hasil keuntungan yang menggiurkan namun terdapat Resiko yang harus diberikan.

 

Oleh karena itu penting bagi anda untuk mengetahui profil risiko yang anda miliki sebelum memulai investasi. Kami telah memahami lebih dalam mengenai investasi obligasi khususnya Resiko yang kemungkinan terjadi supaya dapat mempersiapkan dan meminimalisir resiko yang ada. berikut beberapa resiko dari investasi obligasi

 

Gagal Bayar

Risiko gagal bayar timbul ketika penerbit obligasi tidak dapat membayarkan kembali hutang kepada Para investor sampai waktu jatuh tempo yang telah disepakati. tetapi biasanya resiko tersebut mungkin dilakukan sebelum perusahaan yang menerbitkan obligasi.

 

namun berbeda ketika negara yang menerbitkan obligasi. Karena aplikasi negara tidak memiliki risiko gagal bayar sebab sudah diatur pada undang-undang yang mengatakan bahwa negara akan menjamin pembayaran pokok dan juga kupon obligasi hingga dengan jatuh tempo. dana yang dikeluarkan oleh negara juga berasal dari APBN yang disediakan setiap tahun.

 

Risiko Pasar

Risiko selanjutnya yaitu risiko pasar yang berkaitan erat mengenai Capital loss. Capital loss merupakan kerugian akibat adanya faktor tertentu yang dapat mempengaruhi pasar keuangan seperti adanya perubahan suku bunga, Serta perubahan kondisi ekonomi dan politik yang tidak stabil.

 

Capital loss juga dapat terjadi saat anda sebagai investor menjual kembali obligasi kepada investor lainnya di pasar sekunder Sebelum jatuh tempo dengan harga jual lebih rendah daripada harga sebelum beli. tentu anda sudah mengetahui bukannya mendapat keuntungan malah kerugian karena nilai obligasi yang anda miliki jadi lebih rendah.

 

Oleh karena itu Anda harus terus berhati-hati jika ingin berinvestasi dengan cara seperti itu pastikan anda benar-benar mengetahui bagaimana kondisi pasar saat melakukan transaksi.

 

Likuiditas

Risiko likuiditas tentu ada di semua jenis instrumen investasi. resiko ini terjadi apabila sang pemilik surat utang membutuhkan dana yang cepat, namun saat mengalami hal itu, justru surat utang tersebut tidak dapat dicairkan dengan harga yang wajar.

 

Peristiwa ini sebenarnya dapat dihindari dengan cara menjadikan obligasi sebagai jaminan. Sehingga Anda tidak perlu lagi khawatir merugi karena menjual aplikasi di bawah harga beli. aplikasi dapat menjadi Liquid jika permintaan beli di pasar sekunder untuk obligasi tersebut cukup banyak.

 

Maturitas

Risiko maturitas berkaitan dengan masa jatuh tempo. umumnya semakin lama masa jatuh tempo dari obligasi maka akan semakin besar juga tingkat ketidakpastian nya, sehingga akan terjadi di tingginya resiko maturitas.

 

Suku Bunga

Risiko suku bunga yang ada dalam aplikasi merupakan Resiko yang cukup sering dihadapi Para investor obligasi. Dalam hal ini dapat dikatakan Jika nilai obligasi akan naik ke bi Rate turun. Lalu kebalikannya ketika bi rate bertambah, Maka nilai obligasi akan cenderung lebih rendah. Oleh karena itu Anda harus menjaga untuk tahu adanya resiko ini sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.

 

Peringkat

Yang terakhir yaitu resiko peringkat Dimana adanya nilai investasi akan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pasar dan juga peringkat di pasar saham. Oleh karena itu hal ini akan menurunkan permintaan atau nilai dari obligasi dan sebaliknya secara fluktuatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.