Sebelum Menabung Hasil Bisnis Dengan Tunai Kenali Risiko Berikut

Posted on

Sebelum Menabung Hasil Bisnis Dengan Tunai Kenali Risiko Berikut

Masih banyak masyarakat yang menyimpan uang hasil usahanya dalam keadaan tunai atau dalam genggaman, dengan anggapan ketika di butuhkah dapat di keluarkan sewaktu waktu. Hal ini yang membuat masyarakat menabung di bank atau menepatkan pada investasi belum menjadi kebiasaan bagi mereka.

 

Tingginya disparitas yang sejajar dengan rendahnya literasi finansial dapat menjadi salah satu faktor dari gambaran memprihatinkan tingkat inklusi keuangan yang ada di masyarakat. namun tentu saja masih banyak masyarakat yang lebih nyaman menyimpan uang tunai di rumah alih-alih menyimpannya di bank atau menjadikan modal investasi.

 

Uang Tunai

Mengapa banyak orang khususnya yang ada di Indonesia percaya bahwa metode terbaik dalam menyimpan uang adalah di rumah?. Bagi sebagian orang hal ini memberikan ketenangan dalam pikiran. Karena tidak seperti Berinvestasi seperti saham ataupun obligasi yang membawa resiko. ketika kita menyimpan uang dalam bentuk tunai kita tidak memiliki resiko kehilangan kecuali kita sedang sial atau adanya korban perampokan.

 

Investasi Meskipun mendatangkan banyak keuntungan yang cukup menjanjikan namun tentu saja memiliki risiko. Apalagi ketika harga pasar sedang tidak stabil Para investor mungkin saja dapat mengalami kerugian meskipun kondisi ini biasanya akan segera membaik. Namun tidak semua orang dapat mengatasi dan juga siap menghadapi resiko tersebut.

 

Pada dasarnya masyarakat Indonesia memiliki dua alasan mengapa lebih memilih menyimpan uang tunainya di rumah dibanding dengan berinvestasi. Yang pertama adalah karena mereka tidak mengetahui sama sekali Apa itu investasi. dan yang kedua karena mereka merasa nyaman dengan menyimpan uang tunai karena dapat memberi akses yang lebih besar ketika mereka membutuhkan uang tersebut dalam kondisi mendesak.

 

Risiko Menabung Uang Tunai Terlalu Banyak

Meskipun banyak orang tidak menyadari bahwa menyimpan terlalu banyak uang tunai akan membuat mereka kehilangan kesempatan untuk dapat menghasilkan keuntungan lebih dari nilai uang tersebut, malah justru akan mengakibatkan kerugian.

 

Contohnya Anda memutuskan untuk menyimpan sebagian besar uang yang anda miliki kedalam sebuah berangkas dirumah anda karena anda agar menyetorkan nya di bank ataupun menginvestasikannya. sehingga tanpa Anda sadari anda telah kehilangan keuntungan pertahun sebesar 6% dari total yang anda miliki. dan keuntungan yang anda dapatkan dalam setahun bahkan dapat lebih tinggi hingga 7% sampai 10% jika uang tersebut anda investasikan.

 

Jika anda berpikir cuma tersebut tidak terlalu signifikan maka anda dapat memikirkannya ulang. Jika anda menginvestasikan uang anda setidaknya selama 3 tahun dapat meningkatkan keuntungan hingga lebih dari 20% tergantung dari portofolio Resiko yang akan menentukan instrumen investasi Anda nantinya.

 

Anda dapat membayangkan jika anda menginvestasikanUang anda setiap bulannya selama 30 tahun. Dapat diambil contoh Ketika anda menginvestasikan 10 jt instrumen saham. Dengan rata-rata historis pasar saham yang memberikan keuntungan hingga 12,5% per tahunnya. Namun Mari kita anggap kondisi pasar sedang tidak optimal sehingga performa Return sebesar 10% per tahunnya maka setelah 30 tahun Anda akan memiliki kurang lebih 174,5 juta rupiah. Sehingga Anda dapat membayangkan memiliki uang 10 juta rupiah uang tunai yang disimpan di perangkat rumah Anda atau memiliki aset investasi senilai 174,5 juta rupiah.

 

Berikut beberapa resiko ketika kita menabung uang tunai yang cukup banyak. Selain kita memiliki resiko kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil dari investasi,namun kita juga akan mendapatkan resiko seperti kehilangan karena adanya pencurian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.