Segini Penghasilan Bisnis Berjualan Pulsa

Posted on

Segini Penghasilan Bisnis Berjualan Pulsa

 

Seiring perkembangan zaman, praktik bisnis masyarakat modern sudah mulai berubah. Jika dalam beberapa tahun terakhir orang masih melakukan bisnis dengan uang kertas dan offline, saat ini banyak dilakukan secara online.

 

Nah, kemungkinan ini menjadi incaran banyak orang. Karena kebiasaan tersebut, telah tercipta berbagai macam pulsa dan voucher online yang dapat digunakan untuk berbagai transaksi. Di banyak tempat, hal ini juga mendukung pertumbuhan kegiatan lembaga perkreditan. Hanya saja masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami cara menjadi petugas kredit dan berapa penghasilan petugas kredit.

 

Tips Mendapatkan Untung Besar Jadi Penjual/Agen Pulsa

Pertama, Anda dapat menemukan pemberi pinjaman yang andal dan memulai bisnis Anda sendiri. Jika sudah menemukan distributor pulsa, mulailah bisnis dengan modal kecil. Mulailah bisnis Anda secara perlahan, pertama jual pulsa langsung ke orang terdekat Anda.

 

Tips lain dari kami tentunya terkait dengan modal yang Anda miliki. Jika Anda sudah memiliki dana yang cukup untuk membeli pulsa, minimal Rp 100 juta atau lebih. Kami telah menyarankan agar Anda menjadi distributor Anda sendiri dan mencari downline.

 

Sistem Pulsa

Pertama, semua pulsa operator disediakan oleh masing-masing penyedia layanan (Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL dan sebagainya). Dari pemberi pinjaman ini, didistribusikan ke distributor yang merupakan pemasar resmi.

 

Setiap kota biasanya hanya memiliki beberapa distributor untuk setiap penyedia layanan. Deposit tersebut kemudian didistribusikan oleh dealer ke server yang menyediakan kredit elektronik dan kepada pemain yang memberikan kredit fisik (kartu starter dan voucher).

 

Distributor menerima diskon 2,5% dari masing-masing penyedia layanan. Dari sistem ini, keuntungan distributor tentu saja yang paling besar. Sebagai contoh, di kota Bandung, untuk satu penyedia jasa, mereka memberikan rata-rata sekitar Rp. 50 miliar pulsa listrik per bulan. Katakanlah Anda satu-satunya distributor di kota Bandung, maka Anda bisa mendapatkan 50M x 2,5% yaitu sekitar 1,25M. Ini hanya dari satu penyedia layanan, bukan dari penyedia lain.

 

Namun tentunya jika melihat angka tersebut dibutuhkan modal yang sangat besar untuk menjadi seorang distributor! Jadi, jika Anda masih menjadi pionir, lebih baik buang jauh-jauh pikiran Anda sebagai distributor. Jadi Anda bisa menjadi pelayan atau konter. Penghitung pulsa umumnya memiliki lebih sedikit keunggulan dibandingkan server.

 

Tetapi server itu sendiri biasanya memiliki sub-agen kecil. Dalam artikel ini, broker pulsa merujuk ke server dan agen di bawah server itu sendiri. Itu tergantung pada sumber daya dan hubungan Anda. Ingat contoh di atas tentang alokasi Rp 50 miliar per penyedia layanan? Sekarang untuk pengembalian dana sebesar 50 juta rupee oleh distributor, itu akan didistribusikan ke server yang terletak di berbagai bagian kota. Dapat dikatakan bahwa prospek bisnis server bergantung pada jumlah pemain di setiap kota.

 

Katakanlah Anda yaitu pemain dengan dana banyak dan Anda bisa membeli Rp 100 juta per bulan. Jika Anda mengambil rata-rata 5% ROI dari setiap penjualan kredit, itu berarti Rp. Dengan pembelian 100 juta, Anda bisa mendapatkan untung sekitar Rp. 5 juta.

 

Asal Penghasilan Jualan Pulsa

Bahkan, jika Anda telah membaca tentang sistem distribusi pinjaman, Anda mungkin sudah memiliki pemahaman yang baik tentang dari mana pendapatan biro kredit berasal.

 

Pada umumnya pemilik pulsa besar kini menggunakan sistem serupa untuk bawahannya. Agen kecil ini dapat memperoleh penghasilan dari penjualan pinjaman langsung dan proses perekrutan atau lebih dikenal sebagai downline. Dari penjualan langsung, agen pinjaman memperoleh keuntungan rata-rata Rp1.000-2.000 per transaksi. Jarang ada calo yang menaikkan harga jual pulsa di atas rata-rata karena konsumen bisa menghindarinya.

 

Keuntungan penjualan direct debit sangat bervariasi tergantung jumlah transaksi per hari. Katakanlah dalam satu hari mereka bisa melakukan 30 transaksi dengan margin Rp. 2.000,- yang berarti keuntungan per hari sekitar Rp. 60.000 atau Rp. 1.800.000 per bulan. Jumlah ini cukup kecil jika dilihat, makanya banyak lender yang menerapkan sistem downline. Pada dasarnya, mereka menyewa sub-agen kecil untuk menjual kredit yang Anda jual.

 

Misalnya, Anda hanya memiliki 30 sub-agen dan Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 200/- per kredit khusus untuk sub-agen ini. Katakanlah rata-rata jumlah transaksi mereka per hari sama dengan Anda, yaitu 30 transaksi per sub-agen. Nah, dalam satu hari Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 30 x 200 – x 30 atau sekitar Rp 180.000 – dan dalam sebulan Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 5.400.000

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.